Asosiasi Teknisi Refrigerasi dan PT ASI Berkolaborasi Mengelola Emisi Refrigeran

Foto : Shutterstock.

Berbagai macam gerakan dan kegiatan dilakukan berbagai pihak untuk mengurangi penyebab dari menipisnya lapisan ozon. Asosiasi Teknisi Refrigerasi dan Air Conditioner Nusantara (Asisi), misalnya, menjalin kemitraan dengan PT Aludra Solusi Indonesia (ASI) seiring ditandantanganinya nota kesepahaman Pengelolaan Emisi Refrigeran di Jakarta pada 17 Februari 2024. Nota kesepahaman itu ditandatangani CEO PT ASI, Ni Luh Putu Yuniari, dan Ketua Umum Asisi Nusantara, Nanang Hendra Wardana.

Kolaborasi ini untuk memperkokoh manajemen pengelolaan emisi refrigeran di wilayah kerja para anggota teknisi Asisi. Ni Luh Putu mengatakan PT ASI berkomitmen untuk bekerja sama dengan Asisi dalam melakukan pengolahan dan pemusnahan emisi refrigeran dengan baik dan benar sesuai standar dan regulasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. “Kami juga mengajak para pemangku kepentingan untuk bergabung dengan gerakan kami dalam pencegahan emisi zat pendingin. Melalui gerakan ini, PT ASI berikhtiar untuk melestarikan lingkungan hidup dan menciptakan masa depan yang layak huni,” ujar Ni Luh Putu di Jakarta, Senin (19/2/2024).

PT ASI merupakan perusahaan yang memberikan insentif kepada mitra dalam pengelolaan dan pemusnahan permanen bahan perusak ozon dan pemanasan global. Sedangkan, Asisi adalah wadah para teknisi refrigerasi dan tata udara seluruh Indonesia yang selalu berupaya untuk menyatukan teknisi refrigerasi di Indonesia dalam satu wadah yang independen dan profesional.

Pada kesempatan ini, Nanang  menyampaikan Asisi mengapresiasi kemitraan dengan PT ASI. “Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kualitas para anggota kami mengenai penanganan emisi refrigeran, serta dapat turut serta dalam pencegahan perubahan iklim dan pemanasan global,” ucap Nanang.Dia mengatakan kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi landasan untuk memberikan komitmen terbaik terhadap pelestarian lingkungan di wilayah pekerjaan para anggota Asisi dan berkontribusi terhadap penurunan emisi di Indonesia.

Adapun, pemanasan global merupakan isu bersama yang mendesak untuk ditangani. Dampaknya terasa di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Perubahan iklim yang drastis akibat pemanasan global telah menyebabkan berbagai konsekuensi serius di berbagai sektor kehidupan, termasuk lingkungan, sosial, kesehatan dan ekonomi.

Salah satu penyebab pemanasan global yang paling terasa adalah menghangatnya suhu akibat aktivitas manusia yang terus memompa gas rumah kaca dalam jumlah yang besar ke atmosfer. Gas rumah kaca, seperti karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan nitrogen oksida (N2O), memiliki kemampuan untuk menyerap dan mempertahankan panas di atmosfer.

Dampak yang mulai terasa adalah perubahan pola cuaca yang tidak terduga. Penyimpangan cuaca seperti curah hujan yang tidak merata, periode kekeringan yang panjang, dan intensitas suhu yang ekstrem menjadi masalah yang harus dihadapi oleh masyarakat, khususnya kesehatan.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *