Bisnisnya Tumbuh Pesat, Ini Strategi Doku

Doku sebagai penyedia solusi pembayaran berbasis teknologi pertama yang melayani kebutuhan pembayaran merchant online bertumbuh pesat sejak berdiri pada 2007. Hingga pertengahan Oktober 2023, tercatat lebih dari 200 juta transaksi merchant telah diproses oleh Doku, dengan pertumbuhan bisnis rata-rata diatas 80% dari tahun ke tahun.

Bukan hanya itu saja, perusahaan dengan bendera PT Nusa Satu Inti Artha ini, merupakan pemain lokal pertama di Indonesia yang menerima sertifikasi PCI DSS (Payment Card Industry Data Security Standard) Level 1 versi 3.2.

Dalam gelaran bersama media dengan tema #DOKUEksplorBali momen napak tilas Doku yang mengawali bisnisnya di Bali tahun 2007.  Himelda Renuat Co-founder & Chief Marketing Officer Doku memaparkan, sebagai pionir payment gateway di Indonesia menjaga komitmen untuk selalu menciptakan peluang ekonomi bagi semua melalui layanan yang dikembangkan.

Khusus pulau Bali dan Nusa Tenggara, bisnis Doku yang telah hadir sejak kuartal pertama 2014 tercatat telah melayani lebih dari 1.900 merchant dari industri pariwisata dan edukasi.

Sempat melemah akibat pandemi COVID 19, pertumbuhan industri pariwisata di Bali telah berangsur pulih. Doku mencatat terjadinya lonjakan transaksi setidaknya 400% dari merchant di Bali dan Nusa Tenggara. “Strategi kamu terus bertransformasi agar dapat menjawab kebutuhan pasar dan tetap relevan dengan zaman yang semakin digital,” tambahnya.

Pada pertengahan 2023 Doku juga telah meluncurkan layanan khusus UMKM yang bernama Jurangan Doku. Tercatat lebih dari 15 ribu UMKM telah terhubung ke layanan Juragan Doku, baik melalui platform web maupun aplikasi yang tersedia di Google Play Store dan App Store. 

Dari sisi metode pembayaran, kepopuleran metode pembayaran QRIS juga patut diperhitungkan. Transaksi berbasis QRIS juga terpantau meningkat tajam sepanjang2023, menurut data Doku terjadi peningkatan empat kali lipat. Metode pembayaran QRIS juga menduduki peringkat tiga teratas di Doku selain virtual account dan e-wallet.  

Pada kesempatan yang sama, Nabilah Alsagoff, Co-founder & Chief Operating Officer Doku turut menjelaskan, selama 16 tahun beroperasi, kini peran Doku tidak hanya sebatas gerbang pembayaran yang menghubungkan bisnis mitra pembayaran dan merchantsaja.

“Kami terus bertumbuh dan menjadi perusahaan pembayaran Fintech, menambahkan kapabililtas layanan dengan solusi ‘Beyond Payments’ untuk layanan merchant yang lebih optimal, serta bersiap memperluas jangkauan bisnis ke mancanegara,” kata Nabilah.

Salah satu inovasi ‘Beyond Payments’ yang akan segera diluncurkan oleh Doku bernama Wallet as a Service. Melalui inovasi ini, Doku memperluas pemanfaatan lisensi e-wallet yang dimilikinya, dengan e-wallet Doku yang akan fokus dikembangkan untuk memperkuat pengelolaan transaksi dalam ekosistem bisnis para merchant.

Tersedia opsi close-loop-wallet yang dapat digunakan untuk balance management dari tim Finance merchant dan juga open-loop-wallet yang berwujud co-brand e-wallet berbasis kemitraan untuk bisnis yang berbasis produk aplikasi. 

Dari sisi jangkauan bisnis, Doku juga akan memperkuat kerja sama guna mempercepat adopsi pembayaran digital dalam lingkungan instansi pemerintahan.  Doku menyediakan rangkaian produk pembayaran terluas, baik dari segi online maupun offline, dan memiliki pilihan pembayaran elektronik yang paling beragam, melayani lebih dari 150 ribu merchant dari lintas industri, termasuk diantaranya TikTok, Google, Garuda, Prudential dan Traveloka.

“Saat ini Doku adalah satu-satunya penyedia layanan pembayaran yang memiliki lima lisensi dari Bank Indonesia, yang memungkinkan kami untuk memberikan layanan beragam, seperti payment gateway, transfer dana domestik, remitansi, PPOB, uang elektronik, dompet elektronik, serta QRIS,” jelas Nabilah.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *