Nadiem Curhat Tiap Tahun Selalu Kena Getah dari Kebijakan Zonasi yang Dibuat Era Muhadjir Effendy

Minggu, 30 Juli 2023 – 13:29 WIB

Jakarta – Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim buka suara terkait pro dan kontra sistem zonasi dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB). Menurutnya sistem zonasi tersebut harus tetap dilanjutkan.

Baca Juga :

Muhadjir Kasih Arahan ke Gus Yaqut untuk Lakukan Pembinaan Ponpes Al-Zaytun

Nadiem menegaskan, sistem zonasi bukan merupakan kebijakan yang ia buat, melainkan dibuat oleh mantan Mendikbud sebelumnya yakni Muhadjir Effendy, dan pertama kali diterapkan pada 2017 silam.

Demonstrasi para orangtua siswa terkait zonasi umur di depan balai kota DKI

Baca Juga :

Curhat Kikan Cokelat, Dampingi Sang Ibunda Tutup Usia

Nadiem curhat bahwa ia sedikit jengah, sebab setiap tahun dirinya selalu terkena getah dari kebijakan sistem zonasi tersebut. Terkait hal barusan, Nadim menyampaikannya dalam acara Belajar Raya 2023 di Pos Bloc, Jakarta Pusat Sabtu, 29 Juli kemarin.

“Saya ambil contoh waktu saya pertama masuk. Itu zonasi, kebijakan zonasi itu bukan kebijakan saya. Itu kebijakan sebelumnya, Pak muhadjir. Tapi itu kita sebagai satu tim merasa ini adalah suatu kebijakan yang sangat penting, yang udah pasti bakal merepotkan saya,” kata Nadiem kepada awak media.

Baca Juga :

Menko PMK Muhadjir Effendy Sebut Kurikulum Ponpes Al Zaytun Sedang Dicek Ulang

Kendati selalu jadi sasaran amukan para orang tua yang mengalah sistem ini, Nadiem menegaskan bahwa sistem zonasi harus dilanjutkan, tidak peduli bagaimana kesulitan yang dihadapi orang tua akibat kebijakan ini.

Halaman Selanjutnya

“Ini harus dilanjutkan karena penting, mau serepot apapun atau ibu-ibu yang udah anaknya les bertahun-tahun untuk masuk tes itu seberapa kecewanya pun,” kata dia

img_title



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *