Niat Salat Hajat, Tata Cara Pelaksanaan hingga Doa Setelahnya

Minggu, 23 Juli 2023 – 11:14 WIB

Jakarta – Setiap manusia pasti memiliki persoalannya masing-masing, ada yang diuji dari ekonomi, keluarga hingga berbagai persoalan lain dalam kehidupan.

Baca Juga :

Sheikh Assim Al-Hakeem Bicara soal Pekikan Takbir di Masjid: Tidak Menghormati Masjid

Dalam Islam, Allah SWT melalui lisan Rasulullah SAW menyampaikan setiap orang yang sedang diterpa kesulitan dalam hidup maka hendaklah ia melaksanakan salat 2 rakaat atau yang biasa disebut salat hajat.

Hal ini sebagaimana yang disampikan oleh Seikh Nawawi Banten dalam bukunya Nihayatuz Zain, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah halaman 103. Beliau mengatakan:

Baca Juga :

Plt Ketum PPP Mardiono Minta Arahan dan Bimbingan saat Sowan ke Katib Aam PBNU

“Orang sedang mengalami kesempitan, berhajat untuk membuat maslahat agama dan dunianya, dan merasakan kesulitan karenanya, hendaklah melakukan shalat hajat.

Baca Juga :

Perlukah Orang Meninggal Dunia Dibacakan Surat Yasin? Ini Kata Ustaz Adi Hidayat

Niat salat hajat 2 rakaat

Mengutip laman Nahdlatul Ulama, Minggu, 23 Juli 2023, salat hajat dapat dilakukan mulai dari 2 rakaat atau boeh juga dilakukan 12 rakaat. Adapun, bacaan niat salat hajat sebagai berikut:

Ushollii sunnatal haajati rok’aataini lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku berniat sholat hajat sunnah hajat dua raka’at karena Allah Ta’ala.”

Ilustrasi melaksanakan salat.

Tata cara pelaksanaan salat hajat

  1. Ucapkan niat salat hajat di dalam hati, kemudian takbiratul ihram.
  2. Dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah.
  3. disambung dengan surat Ayat Kursi dan surat al Ikhlas masing-masing satu kali. Jika terlalu sulit, Anda bisa membaca Al Fatihah dengan surat pendek lainnya.
  4. Kemudian dilanjutkan dengan rangkaian salat seperti salat fardhu hingga salam. Lalu, membaca shalawat untuk Rasulullah SAW.

Bacaan doa setelah salat hajat

Dilanjut dengan membaca doa hajat seperti yang dilakukan Rasulullah, dalam hadis yang diriwayatkan Imam At Tirmidzi berikut:

“Allahumma inni as aluka muujibatirohmatik. Wa azaaima-maghfirotik, walghoniimati min kulli birrin, waa salaamatan min kulli ismin. Laa tada’ lii zanban illaa ghafartah, wa laa hamman illaa farrajtah. Wa laa haa jatan hiya lakaridon illaa khodoytahaa yaa arhamarroohimiinn.”

Artinya, “Tiada Tuhan selain Allah yang maha lembut dan maha mulia. Maha suci Allah, penjaga Arasy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta. Aku mohon kepadamu bimbingan amal sesuai rahmatmu, ketetapan ampunanmu, kesempatan meraih sebanyak kebaikan, dan perlindungan dari segala dosa –

Janganlah biarkan satu dosa tersisa padaku, tetapi ampunilah. Jangan juga tinggalkanku dalam keadaan bimbang, karenanya bebaskanlah. Jangan pula kau terlantarkan aku yang sedang berhajat sesuai ridhamu karena itu penuhilah hajatku. Wahai Tuhan yang maha pengasih.”

Setelah doa tersebut, Anda dipersilakan menyebut segala hajat pribadi, dan mengakhirinya dengan kembali mengucap shalawat kepada Rasulullah SAW.

Peziarah berdoa di makam kerabatnya saat ziarah kubur di TPU Pondok Rajeg, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 1 Mei 2019.

Sudah Jadi Tradisi, Apa Hukum Ziarah Kubur? Ini Kata Ustaz Adi Hidayat

Soal ziarah kubur, Ustaz Adi Hidayat mengatakan boleh, karena Rasulullah SAW pernah melakukannya, asalkan tidak melakukan hal syirik yang dapat mendatangkan murka Allah.

img_title

VIVA.co.id

31 Juli 2023



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *