Nilai Penjualan Saat Ramadan 2023 Naik 19%, Shopee Tertinggi Rp3,4 Triliun

Pada pengujung tahun 2023, masyarakat tengah mempersiapkan libur hari raya Natal & Tahun Baru (Nataru). E-commerce Market Insight for FMCG Brands Compas.co.id secara rutin memantau keadaan pasar e-commerce, terlebih pasca kembali hadirnya TikTok Shop pada 12.12 2023 kemarin setelah mengakuisisi 75% saham Tokopedia. Para pengamat memperkirakan akan terjadi lonjakan transaksi, kendati demikian keadaan cukup berbeda ditemui di e-commerce industri FMCG pada tahun lalu. 

Pada bulan Desember 2022, menurut data dashboard Compas.co.id terjadi penurunan nilai penjualan sebesar 30,3% dibandingkan bulan November, atau turun sekitar Rp1,9 triliun. Di mana pada bulan Desember nilai transaksinya hanya mencapai Rp4,5 triliun, terpaut cukup jauh dibandingkan pada bulan November yang mencapai Rp6,5 triliun. Penelitian ini dilakukan terhadap official & non official store di Shopee, Tokopedia dan Blibli.

Beda halnya dengan periode bulan Ramadan dan hari raya Idulfitri pada tahun 2023. Pada periode Ramadan yakni 23 Maret – 22 April 2023, jumlah transaksi di e-commerce meningkat 14%, atau sekitar 16 juta transaksi, dibandingkan periode sebelum Ramadan pada 20 Februari – 22 Maret 2023.

Hanindia Narendrata (Drata) selaku CEO Compas.co.id mengatakan dalam Ramadan Festive Report 2023 yang dirilis pada 13 Desember 2023, menemukan fakta bahwa nilai penjualan e-commerce pada sektor FMCG meningkat sebesar Rp800 miliar. Data ini ditemukan melalui metode crawling di Shopee, Tokopedia dan Blibli dengan melibatkan ratusan ribu official dan non official store. 

“Pada riset di periode ini kami juga merekam bahwa pada jumlah transaksi Shopee memiliki kontribusi yang paling besar dengan 77,2% atau 101.609.352 transaksi. Sementara Tokopedia 20,3% atau 26.674.492 transaksi dan Blibli 2,5% atau 3.327.965 transaksi,” kata Hanindia dalam keterangan resmi (14/12/2023).

Pria yang akrab disapa Drata ini menjelaskan bahwa jumlah nilai penjualan yang dihasilkan pada bulan Ramadan untuk Shopee sebesar Rp3,4 triliun, Tokopedia Rp1,4 triliun dan Blibli Rp152 miliar. Pada sektor FMCG ini, kategori kecantikan dan perawatan menjadi kategori yang paling diminati konsumen dengan 62 juta transaksi dengan nilai penjualan sebesar Rp2,3 triliun, dan disusul makanan dan minuman 47,4 juta transaksi dengan nilai penjualan Rp1,3 triliun, kesehatan 14,5 juta transaksi dengan nilai penjualan Rp815 miliar, ibu dan bayi 7,5 juta transaksi dengan nilai penjualan Rp614 miliar.

Membedah data riset Compas.co.id lebih dalam, dari kategori kecantikan dan perawatan ditemui bahwa produk parfum dan wewangian menjadi pilihan konsumen pada bulan Ramadan dengan penjualan mencapai 5,8 juta transaksi. Nomor kedua diikuti dengan masker wajah dengan 4,2 juta transaksi dan pelembab wajah 3,8 juta transaksi. Sementara itu, dari kategori makanan dan minuman produk makanan dan segar menjadi pilihan utama dengan penjualan 4,4 juta transaksi, kemudian disusul keripik & kerupuk dengan 2,9 juta transaksi dan biskuit kue kering 1,9 juta transaksi.

Pada kategori kesehatan, produk pasta gigi dan pembersih mulut menjadi produk paling diminati dengan 2,7 juta transaksi, kesejahteraan 2,3 juta transaksi dan obat tradisional 1,5 juta transaksi. Compas.co.id juga meneliti lebih lanjut kategori ibu dan bayi, di mana produk popok bayi memberikan kontribusi terbesar dengan 1,9 juta transaksi, susu formula 1 juta transaksi, dan tisu pembersih khusus bayi 702 ribu transaksi.

“Berdasarkan data ini, kami dapat menarik kesimpulan bahwa para pebisnis dapat mempersiapkan dan memaksimalkan strategi penjualan di e-commerce pada bulan Ramadan. Kenapa? karena memberikan peningkatan penjualan yang cukup signifikan dibandingkan akhir tahun,” ujar Drata menutup keterangannya.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *