Patok Target Lebih Tinggi dari 2023, BEI Fokus Tiga Hal pada 2024

Pada 2024, Bursa Efek Indonesia mematok target lebih tinggi dari tahun 2023. (Foto Ubaidillah/SWA)

Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi menutup perdagangan untuk tahun 2023 hari ini, Jumat (23/12/2023). Untuk tahun depan, BEI mematok target lebih tinggi dibandingkan kinerja tahun ini.

Diketahui kinerja pasar modal Indonesia sepanjang tahun 2023 bertumbuh secara positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 28 Desember 2023 ditutup pada level 7.303,89 atau meningkat 6,62% dari penutupan perdagangan tahun 2022. 

Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) tercatat berada pada posisi Rp10,75 triliun, diikuti dengan volume transaksi harian di angka 19,8 miliar lembar saham. Kemudian frekuensi transaksi harian mencapai 1,2 juta kali. 

“Terdapat rekor baru dari sisi kapitalisasi pasar tertinggi sepanjang sejarah, yakni mencapai angka Rp11.762 triliun pada 28 Desember 2023. Rekor baru lain juga tercatat dari sisi volume transaksi harian tertinggi sepanjang sejarah, yakni sebesar 89 miliar lembar saham pada 31 Mei 2023,” ungkap Direktur Utama BEI Iman Rachman, Jumat (29/12/2023).

Iman melanjutkan, BEI bersama SRO akan berupaya menjaga kelangsungan pertumbuhan pasar modal Indonesia ke depan. Menurut Iman, tahun 2024 dan ke depannya akan penuh dengan berbagai tantangan baru. 

“Memerhatikan hal tersebut, BEI memiliki tiga fokus utama, yakni market deepening, investor protection dan regional synergy and connectivity. Fokus ini bertujuan untuk menumbuhkan sejumlah produk dan layanan yang kredibel bagi seluruh stakeholders dengan didukung pemanfaatan teknologi terkini, serta mampu melindungi kepentingan investor pasar modal,” ujar Iman.

Pada 2024, tambah Iman, BEI dengan dukungan seluruh stakeholders di pasar modal optimistis dapat mencapai target yang lebih tinggi dibandingkan tahun 2023. Beberapa di antaranya peningkatan likuiditas perdagangan sebesar Rp12,25 triliun, 230 pencatatan efek baru, dan penambahan 2 juta investor baru.

“Selain itu pada tahun 2024 rencananya akan diluncurkan pula Single Stock Futures atau kontrak berjangka saham dan Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA) Repo,” ujar Iman. Rencananya kontrak berjangka saham akan diluncurkan Maret 2024 mendatang.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *