Peluang Cuan dari 3 Saham untuk Trading di Pekan Ini

Layar elektronik di Gedung BEI pada 24 September 2021. (Ilustrasi foto : Vicky Rachman/SWA)

PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) memproyeksikan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pekan ini pada rentang support 7.200 dan resistance 7.280 poin. Equity Analyst IPOT, Dimas Krisna Ramadhani, menyampaikan perekonomian Indonesia pada kuartal terakhir di 2023 mencatatkan kenaikan sebesar 5,04% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.  “Angka ini berada di atas level kuartal sebelumnya yang berada di level 4,94% sekaligus konsensus para ekonom yang berada di level 5%. Jika dilihat berdasarkan pengeluaran, pertumbuhan PDB secara tahunan terbesar disumbang oleh Konsumsi LNPRT yang naik 18,11% seiring dengan pesta demokrasi atau Pemilu 2024,” ujar Dimas di Jakarta, Senin (12/2/2024).

Sementara itu terkait sentimen kenaikan US Treasury Yield yang kembali di atas 4%, pada minggu lalu terjadi kenaikan imbal hasil pada 10 Years US Treasury yang sempat berada di level 4,16%. Pergerakan yield obligasi yang berkorelasi negatif dengan indeks saham membuat volatilitas yang cukup besar terjadi di pasar saham.

Kenaikan imbal hasil 10 years US Treasury ini terjadi setelah data ekonomi AS yang kuat setelah rilisnya data tenaga kerja AS untuk bulan Januari yakni (Non-Farm Payroll) yang tercatat sebesar 353 ribu tenaga kerja di sektor ini, atau lebih besar dari bulan sebelumnya sebesar 333 ribu. Pencapaian bulan Januari ini juga jauh melampaui konsensusnya yang hanya sebesar 180 ribu tenaga kerja.

Berbicara tentang sentimen minggu ini, Dimas menyebutkan 3 sentimen yang wajib diperhatikan para investor, yakni Pemilu 2024 Indonesia, inflasi inti tahunan AS dan musim laporan keuangan tahun 2023Terkait sentimen Pemilu 2024 Indonesia, Dimas mengatakan pada 14 Februari 2024 Indonesia akan melaksanakan pemungutan dan penghitungan suara pemilu serentak. Hasil dari Pemilu ini akan berpengaruh terhadap pergerakan pasar saham, dimana apabila pemilu berjalan dengan aman dan kondusif maka akan berpengaruh positif terhadap IHSG.

Perihal sentimen inflasi inti tahunan AS, Dimas menjelaskan pada Selasa mendatang AS akan merilis data inflasi inti tahunan untuk Januari 2024. Berdasarkan konsensus, inflasi inti AS akan berada di level 3,8% dimana pada bulan sebelumnya inflasi inti AS tercatat di level 3,9%. Selama ini menjadi indikator ekonomi yakni inflasi AS selalu menjadi faktor penggerak pasar keuangan global, sehingga apabila indikator inflasi inti AS menunjukkan arah yang baik (target inflasi The Fed pada 2024 yaitu sebesar 2%), hal ini akan berkorelasi positif juga untuk indeks saham global.

Kemudian, sentimen musim laporan keuangan tahun 2023, bulan Februari sudah memasuki musim laporan kinerja untuk setahun penuh 2023 para emiten yang ada di IHSG. Seperti diketahui BBCA, BBRI dan BMRI sudah melaporkan kinerjanya untuk 2023 dan semuanya mencatatkan pertumbuhan laba secara tahunan.  “Tinggal BBNI dari keempat bank besar yang ada di Indonesia yang belum melaporkan laporan kinerjanya untuk tahun 2023 dan ada beberapa emiten lain yang masuk ke dalam top 10 market cap yang juga belum melaporkan kinerjanya 2023 seperti, TLKM, ASII, ICBP. Tentunya kinerja emiten-emiten tersebut akan berpengaruh terhadap harga sahamnya dan IHSG,” tutur Dimas menjabarkan

IPOT merekomendasikan 3 saham untuk trading selama 4 hari perdagangan pada minggu ini karena ada libur Pemilu 2024 pada Rabu, 14 Februari 2024, yakni buy on breakout saham BRIS di level support Rp 2.290 dan resistance Rp 2.700), kemudian buy on pullback saham ERAA (support: Rp 430, resistance: Rp 488) dan buy saham BMRI (support: Rp 6.850, resistance: Rp 7.150).



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *