Penerapan AI Generatif dalam Bisnis di Indonesia Masih Terkendala SDM

Sebuah studi dari International Data Corporation yang didukung oleh IBM berjudul, ‘Charting the Journey to Value: Harnessing Technologies for Sustainable and Resilient Growth‘ yang mencakup 600 perusahaan, 17 industri di Asia Pasifik telah mengungkapkan bahwa 71% organisasi di Indonesia, Australia, Cina, India, Korea, dan Singapura kesulitan untuk menciptakan nilai transformasional dari investasi digital.

Menurut studi ini, organisasi-organisasi di Indonesia, khususnya, menemukan tantantangan dalam inovasi yang berkelanjutan dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Pasifik, yang ditimbulkan oleh kendala pada keterampilan dan kapabilitas SDM di bidang TI.

Saat para pelaku bisnis mengadopsi AI generatif, mereka berusaha menyeimbangkan penciptaan nilai besar dengan mitigasi risiko. Mereka membutuhkan keyakinan bahwa AI yang mereka gunakan untuk keputusan penting dapat dipercaya dan andal, dan mereka perlu memiliki keterampilan dasar akan AI untuk bisnis dalam memaksimalkan potensi AI.

Menurut CEO study yang digagas oleh IBM Institute for Business Value, 75% dari CEO global yang disurvei, mengatakan bahwa perusahaan yang mengadopsi AI generatif yang paling canggih akan mendapatkan keunggulan kompetitif di masa depan. Hampir dari separuh CEO (43%) telah mengintegrasikan AI generatif ke dalam keputusan strategis untuk menginformasikan keputusan strategis, sementara 36% menggunakannya untuk keputusan operasional, dan 50% mengintegrasikannya ke dalam produk dan layanan mereka.

Saat bisnis berusaha meningkatkan produktivitas dan menghemat biaya sambil mengoptimalkan operasi dengan AI, Indosat Ooredoo Hutchinson, penyedia telekomunikasi terkemuka di Indonesia, baru-baru ini berkolaborasi dengan IBM Indonesia untuk mengkonsolidasikan infrastruktur penyimpanan data dan membangun lingkungan kerja terpadu di cloud di seluruh organisasinya.

Berbicara dalam IBM Consulting Forum, Chirag Sukhadia, Chief Enterprise Data Analytic,Indosat Ooredoo Hutchison menyampaikan, dengan memanfaatkan konsultasi IBM dan pengetahuannya dalam industri, kami dapat meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas di seluruh alur kerja bisnis kami. Platform data yang terpadu akan mencakup otomatisasi dari awal hingga akhir, pengiriman model data yang komprehensif, dan tata kelola untuk keamanan yang sesuai standar. Kolaborasi ini mencerminkan semangat gotong royong atau kebersamaan demi kemajuan Indonesia.

Secara paralel, secara global IBM terus memperluas kemitraan strategisnya dengan organisasi seperti AWS, SAP, Microsoft, Salesforce, dan banyak lagi, untuk melayani klien di berbagai industri dengan berbagai solusi dan layanan AI.

“Para pelanggan kami di Indonesia memiliki kesempatan untuk meningkatkan skala aplikasi di seluruh rantai nilai pada cloud mereka dengan menanamkan kemampuan AI generatif. Mereka memerlukan ahli yang tepat untuk memodernisasi AI dan aplikasi, dan itulah yang dapat kami berikan melalui kolaborasi kami dengan IBM Consulting.” kata Anthony Amni, Country Manager Indonesia di AWS.

“Kerja sama kami dengan IBM untuk memasukkan AI tambahan, machine learning, dan teknologi cerdas lainnya ke dalam solusi SAP, dapat membawa hasil bisnis yang lebih baik bagi pelanggan bersama kami di Indonesia dan secara global. Bersama-sama kami fokus untuk membantu bisnis mendefinisikan kembali pengalaman pelanggan, meningkatkan produktivitas dan memacu pertumbuhan” ujar Andreas Diantoro, Managing Director SAP Indonesia.

Deep Bhau, Managing Partner Indonesia di IBM Consulting mengatakan, pihaknya berkomitmen dan membantu klien untuk mempercepat penerapan AI generatif dan solusi data yang sukses untuk memajukan transformasi bisnis mereka dengan menyediakan keahlian dan teknologi yang dibutuhkan untuk menginovasi proses bisnis mereka dan mendorong penskalaan secara efektif. Selain itu, IBM Consulting’s Center of Excellence for Generative AI dan praktik Watsonx membawa keahlian dalam teknologi AI generatif untuk membantu klien menentukan strategi pengadopsian mereka untuk penggunaan AI generatif yang bernilai tambah.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *