Ratapan Sultan Rifat Alfatih, Cita-cita Mahasiswa Unbraw Ini Kandas Terjerat Kabel Optik

TEMPO.CO, Tangerang Selatan – Sultan Rifat Alfatih, korban terjerat kabel optik, terduduk lemas. Saat ditemui Tempo, Selasa kemarin, 1 Agustus 2023, mahasiswa semester 6 Program Studi Ilmu Pemerintahan, Universitas Brawijaya (Unbraw), ini mengaku tak lagi banyak menaruh harap.

Cita-citanya untuk menjadi seorang diplomat pun terpaksa dikuburnya dalam-dalam akibat tulang tenggorokan pemuda berusia 20 tahun itu hancur. Pita suaranya pun terputus setelah dia terjerat kabel optik di jalan di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, pada 5 Januari 2023 lalu.

Hanya satu keinginan yang disampaikan Sultan lewat ketikan teks di layar ponsel, yakni mendapatkan anugerah dapat sembuh dan beraktivitas normal kembali.

“Mau sembuh, bisa makan, napas, ngomong dengan normal lagi agar bisa balik kuliah,” ketik Sultan di ponsel saat ditemui Tempo di rumahnya di bilangan Bintaro, Tangerang Selatan.

Gawai inilah yang belakangan diandalkan Sultan agar bisa tetap menjalin komunikasi dengan keluarga dan orang-orang lain, meskipun mereka berada dekat dengannya.

“Sampai saat ini belum dapat berbicara, untuk komunikasi hanya dengan HP dan bahasa isyarat yang kami mengerti,” kata Fatih, ayah Sultan, menjelaskan.

Tak hanya itu saja, kini Rifat mengandalkan selang agar hanya bisa membantunya makan. Bergantung pada lubang di leher, agar hanya bisa membantunya bernapas.

Siang itu, sang ibu membantu Sultan dengan alat suntikan memompakan bahan makanan yang sudah dihaluskan melalui selang langsung ke saluran pencernaan Sultan. Dengan cara itu, Sultan makan enam kali dalam sehari, tapi tidak bisa merasakan apapun.

“Itu pun anak saya tidak bisa merasakan apapun selain hanya lapar dan haus. Untuk rasa, tidak ada,” jelas Fatih.

Selanjutnya: Bukan hanya untuk makan…

Iklan



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *